Nah ini cerita tentang postingan-postingan saya tentang gagah. Gagah memulai fase kritis bicara sekarang, mulai keluar kata-kaata ajaib seperti ipang dulu. Dulu ipang saya post di fb maka gagah saya post di ig story sekedar rekapan yang mungkin suatu hari mereka akan bisa baca sendiri begitu lucunya mereka diumur itu. Eh entah bagaimana... biasanya yang ngerespon postingan saya paling hanya emoticon ketawa atau komentar "lucu banget ya" tiba-tiba ada yang nge DM dan harus saya accept DM.nya karena saya gak follow dia walaupun saya kenal. Beliau langsung komentar tentang "percakapan lucu antara saya dan gagah yang bertema gagah gak suka dikasih duku tapi kalo duren mau". Ini percakapan sederhana ya nikmatilah sebagai narasi sederhana untuk hiburan bukan untuk dianalisa kepribadian si anak. Beliau bertanya apakah gagah suka nonton youtube? karena profesor youtube yang biasanya gitu. Helooooo..... anak-anak saya itu punya ibu tergalak di dunia, yang sangat ketat dalam berinteraksi dg hp bagi anak (kalau ibu boleh hahaha). Mereka boleh nonton tapi paling hanya 5 menit sehari karena saya gak mau diusia dini harus berkacamata seperti saya walau dari jenis tontonan akan bisa selektif jika orang tua selalu mendampingi. Sekali lagi saya membatasi anak menonton didominasi kuatir dg kesehatan mata karena tentang konten ya banyak yang bagus-bagus juga sebagai tontonan.
Anak-anak saya itu sudah punya bakat ajaib sejak lahir dan makin ajaib saat bisa ngomong, dan saya rasa banyak anak-anak yg juga ajaib sejak ada youtube ataupun belum ada. Karena kritis itu fitrah. Maka saat ada kemampuan-kemampuan amazing dari mereka nikmatilah, record dan analisa kedepannya kita harus arahkan mereka kemana bukan membandingkan antara anak-satu dengan anak orang lain. Jangan pernah mengukur baju sendiri di badan orang lain (pepatah ini mah ya karena sesungguhnya suka aja ada yang saling pinjem baju). Bagaimana pun cara anda dan saya mendidik anak tak perlu di bandingkan namun saling belajar dari pengalaman boleh meski aplikasikan dan hasilnya belum tentu sama. Anak di ciptakan berbeda maka perlakukan mereka berbeda namun dg kasih sayang yang sama. Satu yang jelas sama pada setiap orang tua, mereka akan mendidik anak dan menyayangi mereka dengan segenap usaha terbaik dan tulus dari hati mereka...bagaimanapun caranya... kecuali kasus khusus beberapa orang tua.Gitu aja yah...semangat buat semua orang tua..kita semua punya harta karun yang sekarang terserah kitaa tuh harta mau di apain. Cuma disimpen di peti, di pake jajan permen dan chiki, atau dipake bangun pesantren training guru-guru berkualitas, atau di pake keliling dunia...terserah selama itu untuk kebaikan dan tentu input dan produknya akan beda-beda.
yang masih belom punya harta karun berupa anak, maka akan banyak caara mencari harta lain dan tetap akan bermanfaat selama niat baik dari hati-hati tulus. Tak pernah menjadi hina dan hilang kemuliaannya seorang Aisyah saat bliau meninggal tetap dalam keadaan tak memiliki anak.
Dithia-----11/09/2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar